Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 November 2015

DISERBU RINDU



Nyanyian burung gereja membuka hariku
Merdu dan haru bercampur satu
Begitu juga hatiku saat itu
Sedang merindu
Tak heran sering daku termenung menikmati
Iringan yang sempat membekas
Melintas dalam ikatan janji

Minggu, 12 Juli 2015

TERPEJAM

Ada damai di hembus napasnya, dapat
kurasa keikhlasan bersarang dalam
pejam matanya, keringat dingin
mengucur deras, lantas basah
sudah di sekujur tubuh yang perkasa
kuusap pelan, aroma ketulusan mulai menyapa,
menghentikan laju darah seketika

Kamis, 30 April 2015

DOA

Doa tak hanya sebuah mantra magis
ia menuaikan aroma-aroma positif
dingin dan menyejukkan

Doa tak hanya omongan belaka
ada yang ingin disampaikan dari dalam sana
Doa tak hanya bisa jadi teman berkelana
ada yang ingin ditujukan meski tak sedang bersama
Doa bukan hanya hadiah yang lantas habis begitu saja 
ada yang ingin diberikan meski dengan perantara.

PERCAKAPAN ABDI DAN KOPRAL




Nanah ini terlanjur mengalir hingga jantung
Turut  menjadikan bunga  sekeras patung
Mengapa? hati kini biji  bercadung

Kamis, 02 April 2015

AKU DAN HUJAN



Basah sudah ini diri oleh rinainya
Sempat kaku terbujur di atas lantai tak berpola
Tempat aku bergerak melemaskan organ
Yang keras akan peliknya catatan kehidupan
Di luar sana tetap aku berjalan
Mengitari sudut kota hitam penuh tantangan
Gunjingan tentu sudah menjadi makanan keseharian
Ramai klakson sedan musik cadas bagiku

Kamis, 08 Januari 2015

GELAR DADAKAN

tentang sebuah mimpi yang baru kulewati
rupa ini kemudian basah olehnya,
air payau di bawah tangga besi tua
tak kubilas badan ini, sengaja
memakai busana apa adanya
dengan jepit pegunungan yang tak karuan
niat hanya mengulur tangan, lalu pulang

YA, MEMANG ITU KAN!

Orang bilang hidup ini cerca,
penuh semiotika di dalamnya
tapi aku menikmatinya
orang bilang mereka itu sumurnya luka,
selalu memancar tak tau kedalamannya
memang itu kan nalurinya
lalu harus bagaimana?

Selasa, 30 Desember 2014

TANGISAN AWAN












Dedaunan di samping begitu merusak kuping
bergesekan mengeluarkan bunyi-bunyi nyaring
ribut dihembus angin dari langit hendak menangis
sebentar lagi benda cair itu akan mengais-kais

Puisi "Janji Kurcaci Kecil" Karya Fery R di Sejuta Surat Cinta untuk Bunda

http://www.sejutaekspresi.com/tulisan/janji-kurcaci-kecil/
tentang cinta seorang ananda yang mencoba memberikan apa pun yang terbaik untuk bidadari yang berselendang pelangi, yang menjaga dan membesarkan dengan kasih di sepanjang usia.
Sejuta surat cinta untuk bunda kupersembahkan.

Selasa, 06 Mei 2014

Malang

tentang air payau kehitaman
beriak membentuk pasukan kerajaan
siap menyerang, siap menghantam
satu sosok melompat ke dalam perangkap ikan
tangannya menyembul tak karuan
kaca matanya berkilauan penuh harapan
lagi, satu sosok menghentikan takdir Tuhan
dan sekarang dua bocah malang tak terselamatkan


Selasa, 29 April 2014

Sartono dan Cita-cita

Hari ini pembahasannya cita-cita
Entahlah, setiap orang bertanya, "Mau jadi apa?" 
Sartono yang pertama menggelengkan kepala
Hari ini ototnya tak menyembul ke permukaan kepala
Mengapa?
Keringat dingin tiba-tiba mengucur di sekujur tubuhnya,
Entahlah, Sartono sedang merana
Membayangkan masa depannya,
Mungkin dalam bayangnya ia tak lagi tampak oleh mata
Ketakutan membuat dirinya terpenjara
Belum siap jika harus menyandang gelar sarjana






Malam Itu Putih

Menatap tajam dua bola mata
Membuat satu titik hitam pada ujung bilahnya
Tak tau kobaran api telah membakar malamnya
Menyengat naluri dan tak tersisa
Pada kepala terbalut tanya
Tiada yang tau atas jawaban kebenarannya
Mendengar putih, aku lelah
Pandanganku tak berarah,
Sebenarnya hati ini lemah,
Ragaku berontak menolak amarah
Aku tetap merasa letih
Setiap mendegar langkah yang tertatih-tatih
Seperti ada dusta pada malam-malam yang putih